Selasa, 27 Juli 2010

Ini Bukan Pameran Seni Jalanan


”Hiphop bukan persoalan persetujuan khalayak, penerimaan massa atau izin kerumunan atas eksistensi kita. Hiphop adalah bagaimana kita berdiri ditengah lautan gerombolan, bersuara dan memberi tanda ditengah masyarakat atas eksistensi kita” – KRS One

Sebelum terlalu jauh membahas ini itu, saya akan terlebih dahulu menegaskan satu hal bahwa yang kawan-kawan FAB lakukan di galeri ini bukan pameran graffiti. Rasanya lebih efektif demikian sebelum kembali kita berdebat tentang hal yang itu-itu saja ketika ada ’seniman jalanan’ (OMG, menggelikan sekali istilah ini) hadir di ruang-ruang mapan seperti galeri, lalu wacana dominan yang lahir hanya seputaran wacana seni jalanan melawan seni mainstream, ilegal atau legal, vandal-bukan vandal, atau mungkin soal gerilya dan komodifikasi. Sudah waktunya kita mengganggap itu semua sesuatu yang sudah lewat, kalau tidak bisa disebut basi. Atau dalam bahasa generasi kita yang dibesarkan dalam budaya massa global, kita bisa menyebutnya ’played out’, ’gak hype atau ’hari gini, ga bangeud’. Bukan artinya permasalahan-permasalahan yang melatarbelakanginya sudah tidak relevan, namun rasanya masih banyak hal yang menarik dan lebih penting, yang sepadan dengan energi yang kita habiskan untuk meributkannya.

Yang pasti, ini bukan pameran graffiti, karena kawan-kawan FAB pula tidak menganggapnya demikian. Mereka dengan sangat sadar bahwa mereka tidak sedang memindahkan jalanan ke dalam galeri. Semua bomber mengamini bahwa tak ada yang bisa menggantikan keringat malam, pegalnya jemari, adrenalin rusuh dan kepuasan menghajar kebosanan-kebosanan tembok yang dihasilkan ruang-ruang publik urban. Mereka pula paham itu semua, mungkin oleh karenanya, pameran ini tidak ada embel-embel ’Street Art Exhibition’ atau ’Graffiti Exhibition’ dalam judulnya.

Lalu tak ada relevansi sama sekali? Tidak juga. Paling tidak secara tehnik dan media. Ketika para anggota keluarga FAB berhadapan dengan media-media konvensional (kanvas misalnya) kita tetap bisa menyaksikan tehnik atau gaya yang sama yang digunakan ketika mereka menghajar dinding-dinding kota. Jika kalian warga Bandung seperti saya yang beredar dari hari ke hari di jalanan Bandung, sedikit dua dikit kalian akan familiar dengan beberapa hal, sapuan spraycan, permainan warna, olah bentuk geometris, karakter (sosok Pope mungkin yang paling familiar), tipografi atau bahkan hanya sekedar tagline fatmarker tertentu. Kali ini masing-masing dari anggota keluarga FAB berkesempatan untuk bereksplorasi dengan cara-caranya masing-masing.

Mulai dari Stereoflow, Cheztwo, Skeed, Pope yang memvisualisasikan karakter nya sangat terlihat merujuk pada proses pembuatan karakter dan komposisi yang biasa ia pakai di tembok-tembok, meski Chezt kali ini memanfaatkan digital print sebagai media atau Pope yang menggambar di atas kertas biasa. Older+ yang mengekspos permainan bentuk dan warna yang didapat dari piece ala wildstyle di atas kanvas. Pula Indy yang bermain-main dengan garis tegas, seolah memberi statement bahwa diluar sana reputasi menarik garis tegas dengan spraycan itu diperhitungkan, terutama ketika kalian menghabiskan waktu ber-jam jam membuat blocking dan gagal total hanya gara-gara tarikan outline yang tidak beres dan kembali memblok nya lagi. Astronautboys yang bermain-main kolase dengan wheatpaste untuk menghadirkan efek raw dari proses postering. Racht4 yang meneruskan tradisi ego bomber-nya persis ketika ia menulis nama nick-nya di jalanan hanya kali ini ia mengkomposisi nama itu lewat eksperimen dengan media kayu. Hingga Shake yang membuat sebuah tembok yang ia gambari dengan piece dan tag, untuk kemudian ditempatkan ditengah tembok-tembok galeri, paradoks cerminan kegelisahannya ketika ia berfikir tentang momen ini; ia dan FAB berpameran di dalam galeri.

Pameran ini bukan pameran graffiti. Sederetan karya mereka itu hanya relevansinya. Sebuah momen interupsi ketika mereka mulai kembali mempertahankan tradisi menahun di jalanan dengan cara legal atau tidak legal. Siang malam bergulat dengan sketch book, membuat strategi dan memilih-milih spot tembok. Mengendap, menghirup racun aerosol, berjaga-jaga dan menyiapkan sepatu yang baik untuk lari ketika ada ancaman.

Sebuah kesempatan untuk mereka berkaca, berkomunikasi dan berbicara sebagai bomber dan kolektif bomber. Momen berkomunikasi dengan keluarga bomber lain. Kesempatan untuk kembali berkomunikasi dengan para MC, DJ dan para Breakers sebagai bagian dari komunitas Hiphop. Perayaan kecil untuk kembali berkomunikasi, bertukar gagasan dengan warga bandung, kota di mana mereka tinggal dan menghasilkan banyak keterasingan yang mendorong veteran mereka untuk memulai tradisi ini sepuluh tahun lalu, dengan banyak komunitas lain di Bandung ketika mereka berbagi momen merayakan kemenangan warga Bandung me-reklaim lingkungan dan tempat tinggal mereka yang harus se-manusia mungkin bagi mereka persis seperti saat mereka mengambil kesempatan berpartisipasi mengecat satu desa urban di Babakan Asih.

Momen perenungan dan berkomunikasi bagi siapapun yang terasing di sebuah kota, dimana hanya mereka yang punya uang dan properti yang memiliki kesempatan untuk menyimpan pesan dan tanda apapun yang mereka mau. Seolah mereka adalah penguasa kota, memiliki komunitas, berhak berekspresi apapun, menyimpan billboard dimanapun, iklan di tembok manapun, mengkomodifikasi apapun.

Pameran ini bukan pameran seni jalanan. Namun persis seperti karya Shake yang dengan sadar membuat sebuah tembok paradoks di pameran ini, seolah sebuah statement pengingat bahwa pameran mereka yang sebenarnya adalah diluar sana. Tembok di dalam tembok adalah sebuah ironi yang harus ada manfaatnya, apakah dalam bentuk kesenangan yang sepadan atau sebagai media komunikasi dan refleksi seperti halnya piece-piece mereka diluar sana.

Ucok aka Morgue Vanguard

A former bomber, a long-time friend of FAB family, A forever B-Boy.

Selasa, 20 Juli 2010

WALL LORDS INDONESIA


WALL LORDS INDONESIA

SUNDAY | 25 JULY 2010 | 09.00 AM - 05.00 PM

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA PARKING AREA
Jl. Prof Drg Surya Sumantri Mph No.65
Bandung - West Java - Indonesia

GRAFFITI JAM BY
ARTCOHOLIC - MASE - UBC - DARBOTZ - TOTER | JAKARTA
FAB FAMILY - THE YELLOW DINO - MUTE - TELLTHEM - GTH | BANDUNG
HSB | MAKASAR
MNC - NAW | SURABAYA
SQUAD - HORNY | YOGYAKARTA

AND GRAFFITI COMPETITION OPEN FOR PUBLIC

The Competition Application Closed on 23 July 2010

MORE INFO
www.wall-lords.com
www.dripsndrops.com
www.tembokbomber.com

Be There!!!

Minggu, 18 Juli 2010

Studying Tips

Huahh..liburan udah mau beres tnggl masuk skola trus blajar lagi, bangun pagi lagi, maen2 lagi, ketawa2 sama anak2 kelas lagi...
Biasanya anak2 zaman skarang klo udah libur pada males skola lagi tapi postingan kali ini si ilhm ngasih bbrapa tips biar waktu belajar makin efektif mskipun si ilhmnya sendiri jarang pisan..

1.Manage your time
Atur waktu kalian sebaik mungkin dengan misahin kapan waktu blajar sama istirahat. Pas waktu istirahat, istirahat aja klo waktunya belajar, ya blajar lah. Jangan ampe nyampur2in kegiatan soalnya kalian harus fit pas blajar.

2.Konsentrasi
Sebelumnya cari tau dulu pas kondisi apa kalian bisa konsentrasi penuh. Ada yang bisa konsen pas blajar sambil dngerin musik(disekolah mah jangan) ada juga yang milih tempat sepi biar gampang belajarnya(jangan malah dpake yang "aneh2"). Nah kalo kalian udah nemuin waktu2 atau kondisi kalian bisa konsen kalian bakalan lebih cepet ngingat sesuatu.

3.Take a little break
Penting juga buat istirahat sebentar(sebentar aja jangan kelamaan) pas lagi belajar. Di waktu otak kalian ke isi sama rumus2 ato ga kalimat2 yang bkin mumet, that's time to take a break!! 5menitan juga cukup, cuma buat ngilangin penat yang aad dikepala aja, soalnya klo udah kelamaan istirahat ntarnya bakalan males lagi buat blajarnya

4.Percaya sama diri kalian sendiri
Yahh.. ini mah harus dari diri kalian sendiri meskipun yang lainnya juga harus dari diri sendiri yang penting kalian bisa yakin bisa percaya sama diri kalian sendiri biar ga malu lagi buat mulai ngelakuin sesuatu yang baru buat ngerubah diri kalian.

5.Smile!
Yang terakhir jangan lupa senyum(jangan kelamaan takut kering) biar tambah semangat soalnya senyum itu tanda bahwa kita punya fikiran yang positif

Jumat, 09 Juli 2010

7 KARAKTER KAYA MENTAL UNTUK SUKSES

Dari semua legenda, mulai dari zaman Romawi Kuno hingga tokoh-tokoh fiksi yang melegenda hasil karya tangan-tangan kreatif didunia perfilman modern, ada satu kesamaan nyata yang melekat. Yakni, semua tokoh yang tercipta,pasti meninggalkan berupa karakter kuat yang menjadikan mereka seorang yang dikenang sepanjang massa. Tipikal kisahnya pun bisa dikata senada. Hidup dengan penderitaan, namun mampu terus berjuan hingga menjadipemenang sejati dalam kehidupan. Gemblengan berupa halangan dan tantangan adalah “kawah candradimuka” yang membentuk merekan menjaduu pribadi kuat dan bersahaja. Ibarat berlian yang tak ternilai harganya, tempaan yang membuatnya menjadi batu undah nan keraslah yang membuatnyam emiliki karakter sebagai batu berharga.

Begitu pula kehidupan kita. Kekuatan karakter yang terbentuk dalam perjuangan menjalani kehidupan akan menjadi pembeda antara suatu pribadi dengan yang lainnya. Disinilah pentingnya tempaan mental sehingga seorang Soekarno dan Mohammad hatta mampu menjadi Bapak Bangsa yang dikenal sepanjang masss. Atau, bagaimana pula seorang Bunda Theresa dikenal seluruh Indonesia dengan kisah cinta kasihnya meski ia hidup sangat sederhana. Tak hanya itu, masih banyak tokoh dunia lain yang dikenang dan dikenal hingga melewati batas zaman. Mereka telah berhasil mengukir namanya dengan tuinta emas yang tak kan hilang sepanjang kehidupan.

Lantas, bagaimana agar mampu menjadi pribadi yang dikenang dengan keunggulan dan kekuatan kita? Seperti filosofi yang sering saya sebut:”Success is my right”, sukses adalah hak saya, hak anda, hak semua orang yang menyadari, menginginkan dan memperjuangkan dengan sepenuh hati, maka setiap orang perlu sadar dan kemudian berusaha mewujudkan impiannya dengan cara-cara yang terukur, terencana, dan penuh perhitungan yang dilandasi karakter yang serung saya sebut sebagai kaya mental.

Ada sebuah ungkapan:”Kehilangan harta, kehilangan saru hal; kehilangan kesehatan, kehilangan banyak hal; kehilangan karakter, kehilangan segalanya.” Ha tersebut menggambarkan betapa pentingnya karakter untuk terus dilebur dalam berbagai tindakan gunameraih kesuksesan. Untuk itu, agar semakin mantap melangkah, berikut 7 karakter utama yang kayamental yang bisa kita praktikkan untuk mencapau apa yang di impikan

1.Selalu berfikir positif

Salah satu kunci sukses yang perlu kita tanamkan adalah berpikir serba mungkin. Presiden John F Kennedy pernah bermimpi untuk mengirimkan orang ke bulan. Dan, itulah kenyataan yang terjadi sekarang. Inilah bukti bahwa sebuah impian jika terus dipelihara dan dipupuk dengan tindakan-tindakan nyatam akan membuka jalan menuju kesuksesan. Pikiran positif akan mengarahkan kita pada berbagai pencapaian yang terukur dan terencana, demi mencapai tujuanyang di impikan.

2.Punya integritas

Seseorang yang memiliki intgritas akan menjadi sosok yang bisa dipercaya dan mampu menjadi pribadi yang utuh dan memancarkan kewibawaan untuk melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Mohammad Hatta adalah satu tokoh berintegritas tinggi yang sangat dikenal antikorupsi. Dalam satu kisah, beliau disebut harus menabung beberapa tahun untuk membeli sepatu yang diidamkan. Padahal dengan jabatan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, seharusnya dengan mudah Bung Hatta mendapatkannya

3.Tanggung jawab

Sebagai pribadi unggulan maja tanggung jawab harus menjadi prioritas intuk mengerjakan semua tugas. Seorang prajurit rela bertempur di medan laga dan bertaruh nyawa kan dikenang sebagai pribadi [enuh tanggung jawab. Dalam hal ini, tanggung jawab harus dilaksanakan dengan sepenuh hati untuk memberikan hasil maksimal dari apa yang harus dikerjakan. Seorang Bill Porter, sales,an mempu melegenda meski cacat, ia menunjukkan tanggung jawab yang luar biasa pada profesinya. Ditolak berkali-kali, Bill Porter tak pernah menyerah karena apa yang diperjuangkan saat itu baginya adalah tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan/

4.Disiplin

Bangsa yan maju, pasti memiliki kedisiplinan yang tinggi. Jepang, Korea, atau negara tetangga kita, Singapura. Jika diperhatikkan, negara-negara tersebut memiliki di mana semua tepat waktu, bekerja dengan ritme teratur, serta tertata dengan tapi sehingga apa yang di kerjakan mampu berjalan dengan maksimal. Kebiasaan – kebiasaan semacam itu membentuk masyatakan di sana menjadi pribadi-pribadi yang mengerti dan taat aturan. Tak heran jika mereka mengalami kemajuan dengan karakter positif yang tertanam dalam kedisiplinan yang dijalankan.

5.Menghargai orang lain

Kemampuan untuk menghargai orang lain akan melahirkan toleransi dan kebersamaan yang membawa kebaikan bersama. Menghormati setiap kewajiban dan hak masing-masing, serta mampu menempatkan diri ditengah masyarakat, termasuk juga selalu peduli pada orang lain adalah kekayaan mental yang akan membawa kebahagiaan bersama. Bunda Theresa adalah satu contoh nyata bagaimana keteguhan hatinya untuk berbagi cinta kasih dan kepedulian dengan menghargai sesama telah menjadikannya sebagai tokoh yang dikenang sepanjang massa.

6.Selalu berfikir kedepan

Agar enjadi manusia unggulan, kita harus selalu memiliki visi jauh ke depan. Sebab, dengan visi itulah, kita akan selalu bisa menentukan target besar dan menantang untuk diraih sehingga semangat terus berkobar untuk mencapainya. Dengan selalu berpikir one step ahead kita akan terbiasa untuk menyiapkan perencanaan-perencanaan yang akan memantapkan jalan menuju impian. Bill Gates adalah contoh seseorang yang memiliki visi jauh kedepan saat dirinya akan menghadirkan komputer ke rumah-rumah. Terbukti, visi tersebut kini telah menjadi nyata dan kehadiran Microsoft sebagai raja software.

7.Sadar bahwa tidak ada jalan rata untuk sukses

Semua pasti butuh proses. Semua pasti mengalami halangan rintangan. Dan sebenarnya, justru itulah “vitamin” yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan. Dengan kesadaran bahwa semuanya butuh diperjuangkan, maka kita akan jadi pribadi-pribadi yang kuat menghadapi goncangan. Tak ada satu pun tokoh di dunia yang tak mengalami berbagai ujian. Namun justru dengan ujian tersebut, perjuangan mereka justru mengkristal sehingga melahirkan mental utuh yang mengantarkan mereka pada pencapaian yang mampu melewati batas zaman.

Itulah ketujuh karakter kaya mental yang jika dilebur dalam diri akan melahirkan kekuatan luar biasa dalam kehidupan. Namun, itu semua hanyalah sebagian saja dari modal kaua mental yang harus demiliki seseorang untuk sukses. Sebenarnya masih banyak lagi karakter unggulan lain yang masing-masing harus dikedepankan untuk meraih kesuksesan. Yang pasti, dengan terus berusaha, berkarya, berjuang dan melangkah dengan karakter yang terys diasah digembleng pada berbagai “kawah candradimuka”, maka kita pasti akan menjadi manusia-manusia unggulan di berbagai bidang dan peran yang akan kita jalankan.

Rabu, 26 Mei 2010

Last Design

My last design....
komputer udah bener sekarang mah..jd siap gambar2 lagi n tunggu uploadan My Street art..

Selasa, 13 April 2010

Minyak Bumi

Minyak Bumi

Minya bumi dujuluki juga sebagai emas hitam, merupakan cairan kental, coklat/gelap atau kehijauan yang mudah terbakar yang berada dilapisan atas beberapa area di kerak bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarnon sebagian besar seri alkana tetapi bervariasi dalam penampilan komposisi dan kemurniannya

Komposisinya

Komponen kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses distilasi, yang kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal, dll.

Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon, senyawaan hidrogen dan karbon.

Empat alkana teringan- CH4 (metana), C2H6 (etana), C3H8 (propana), dan C4H10 (butana) - semuanya adalah gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C, -42 °C, dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F).

Rantai dalam wilayah C5-7 semuanya ringan, dan mudah menguap, nafta jernih. Senyawaan tersebut digunakan sebagai pelarut, cairan pencuci kering (dry clean), dan produk cepat-kering lainnya. Rantai dari C6H14 sampai C12H26 dicampur bersama dan digunakan untuk bensin. Minyak tanah terbuat dari rantai di wilayah C10

Minyak pelumas dan gemuk setengah-padat berada di antara C16 sampai ke C20.

Rantai di atas C20 berwujud padat, dimulai dari "lilin, kemudian tar, dan bitumen aspal.

Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius:

Selasa, 06 April 2010

Pengukuran Fisika

Untuk mencapai suatu tujuan tertentu di dalam fisika, kita biasanya melakukan pengamatan yang disertai dengan pengukuran. Pengamatan suatu gejala secara umum tidak lengkap apabila tidak ada data yang didapat dari hasil pengukuran. Lord Kelvin, seorang ahli fisika berkata, bila kita dapat mengukur yang sedang kita bicarakan dan menyatakannya dengan angka-angka, berarti kita mengetahui apa yang sedang kita bicarakan itu.

Apa yang Anda lakukan sewaktu melakukan pengukuran? Misalnya anda mengukur panjang meja belajar dengan menggunakan jengkal, dan mendapatkan bahwa panjang meja adalah 7 jengkal. Dalam pengukuran di atas Anda telah mengambil jengkal sebagai satuan panjang. Kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan pengukuran terhadap besaran tertentu menggunakan alat ukur yang telah ditetapkan. Misalnya, kita menggunakan mistar untuk mengukur panjang. Pengukuran sebenarnya merupakan proses pembandingan nilai besaran yang belum diketahui dengan nilai standar yang sudah ditetapkan.

ALAT UKUR BESARAN

Alat Ukur Besaran Pokok

Besaran Pokok Alat Ukur
Panjang Mistar, Jangka sorong, mikrometer sekrup
Massa Neraca (timbangan)
Waktu Stop Watch
Suhu Termometer
Kuat Arus Amperemete
Jumlah molekul Tidak diukur secara langsung *
Intensitas Cahaya Light meter

* Jumlah zat tidak diukur secara langsung seperti anda mengukur panjang dengan mistar. Untuk mengetahui jumlah zat, terlebih dahulu diukur massa zat tersebut. selengkapnya dapat anda pelajari pada bidang studi Kimia.

Mistar : untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 0,5 mm.

Jangka sorong : untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 0,1 mm.

Mikrometer : untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 0,01 mm.

Neraca : untuk mengukur massa suatu benda.

Stop Watch : untuk mengukur waktu mempunyai batas ketelitian 0,01 detik.

Termometer : untuk mengukur suhu.

Amperemeter : untuk mengukur kuat arus listrik (multimeter)

Alat Ukur Besaran Turunan

Speedometer : untuk mengukur kelajuan

Dinamometer : untuk mengukur besarnya gaya.

Higrometer : untuk mengukur kelembaban udara.

Ohm meter : untuk mengukur tahanan ( hambatan ) listrik

Volt meter : untuk mengukur tegangan listrik.

Ohm meter dan voltmeter dan amperemeter biasa menggunakan multimeter.

Barometer : untuk mengukur tekanan udara luar.

Hidrometer : untuk mengukur berat jenis larutan.

Manometer : untuk mengukur tekanan udara tertutup.

Kalorimeter : untuk mengukur besarnya kalor jenis zat.

Istilah dalam Pengukuran

Ketelitian adalah suatu ukuran yang menyatakan tingkat pendekatan dari nilai yang diukur terhadap nilai benar x0.

Kepekaan adalah ukuran minimal yang masih dapat dikenal oleh instrumen/alat ukur

Ketepatan (akurasi) adalah suatu ukuran kemampuan untuk mendapatkan hasil pengukuran yang sama. Dengan memberikan suatu nilai tertentu pada besaran fisis, ketepatan merupakan suatu ukuran yang menunjukkan perbedaan hasil-hasil pengukuran pada pengukuran berulang.

Akurasi alias Ketelitian Pengukuran

Pengukuran yang akurat merupakan bagian penting dari fisika, walaupun demikian tidak ada pengukuran yang benar-benar tepat. Ada ketidakpastian yang berhubungan dengan setiap pengukuran. Ketidakpastian muncul dari sumber yang berbeda. Di antara yang paling penting, selain kesalahan, adalah keterbatasan ketepatan setiap alat pengukur dan ketidakmampuan membaca sebuah alat ukur di luar batas bagian terkecil yang ditunjukkan. Misalnya anda memakai sebuah penggaris centimeter untuk mengukur lebar sebuah papan, hasilnya dapat dipastikan akurat sampai 0,1 cm, yaitu bagian terkecil pada penggaris tersebut. Alasannya, adalah sulit untuk memastikan suatu nilai di antara garis pembagi terkecil tersebut, dan penggaris itu sendiri mungkin tidak dibuat atau dikalibrasi sampai ketepatan yang lebih baik dari ini.

Ketika menyatakan hasil pengukuran, penting juga untuk menyatakan ketepatan atau perkiraan ketidakpastian pada pengukuran tersebut. Sebagai contoh, hasil pengukuran lebar papan tulis : 5,2 plus minus 0,1 cm. Hasil Plus minus 0,1 cm (kurang lebih 0,1 cm) menyatakan perkiraan ketidakpastian pada pengukuran tersebut sehingga lebar sebenarnya paling mungkin berada di antara 5,1 dan 5,3.

Persentase ketidakpastian merupakan perbandingan antara ketidakpastia dan nilai yang diukur, dikalikan dengan 100 %. Misalnya jika hasil pengukuran adalah 5,2 cm dan ketidakpastiannya 0,1 cm maka persentase ketidakpastiannya adalah : (0,1 / 5,2) x 100 % = 2 %.

Seringkali, ketidakpastian pada suatu nilai terukur tidak dinyatakan secara eksplisit. Pada kasus seperti ini, ketidakpastian biasanya dianggap sebesar satu atau dua satuan (atau bahkan tiga) dari angka terakhir yang diberikan. Sebagai contoh, jika panjang sebuah benda dinyatakan sebagai 5,2 cm, ketidakpastian dianggap sebesar 0,1 cm (atau mungkin 0,2 cm). Dalam hal ini, penting untuk tidak menulis 5,20 cm, karena hal itu menyatakan ketidakpastian sebesar 0,01 cm; dianggap bahwa panjang benda tersebut mungkin antara 5,19 dan 5,21 cm, sementara sebenarnya anda menyangka nilainya antara 5,1 dan 5,3 cm.

Ketidakpastian Mutlak dan Relatif

Hasil pengukuan selalu dilaporkan sebagai x = x plus minus delta x di mana delta x merupakan setengah skala terkecil istrumen (pengukuran tunggal) atau berupa simpangan baku nilai rata-rata sampel (pengukuran berulang). Delta x dinamakan ketidakpastian mutlak. Ketidakpastian mutlak berhubungan dengan ketepatan pengukuran, di mana semakin kecil ketidakpastian mutlak yang dicapai, semakin tepat pengukuran tersebut. Misalnya pengukuran panjang dengan mikrometer skrup, L = (4,900 0,005 ) cm. Nilai 0,005 cm merupakan ketidakpastian mutlak yang diperoleh dari setengah skala terkecil mikrometer dan 4,9 merupakan angka pasti.

Sabtu, 03 April 2010

Radiasi

Yang dimaksud dengan pancaran (radiasi) ialah perpindahan ka1or melalui gelombang dari suatu zat ke zat yang lain. Semua benda memancarkan kalor. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Pada hakekatnya proses perpindahan ka1or radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi ka1or tertentu. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energy ka1or yang disinarkan. Proses radiasi adalah fenomena permukaan. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian da1am bahan. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar, maka banyak ha1 yang boleh terjadi. Apabila sejumlah energi ka1or menimpa suatu permukaan, sebahagian akan dipantulkan, sebahagian akan diserap ke da1am bahan, dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. Jadi da1am mempelajari perpindahan ka1or radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan. Bahan yang dianggap mempunyai ciri yang sempurna ada1ah jasad hitam. Disamping itu, sama seperti cahaya lampu, adaka1anya tidak semua sinar mengenai permukaan yang dituju. Jadi
da1am masalah ini kita mengena1 satu faktor pandangan yang lazimnya dinamakan faktor
bentuk. Maka jumlah kalor yang diterima dari satu sumber akan berbanding langsung
sebahagiannya terhadap faktor bentuk ini. Dalam pada itu, sifat terma permukaan bahan juga
penting. Berbeda dengan proses konveksi, medan a1iran fluida disekeliling permukaan tidak
penting, yang penting ialah sifat terma saja. Dengan demikian, untuk memahami proses radiasi
dari satu permukaan kita perlu memahami juga keadaan fisik permukaan bahan yang terlibat
dengan proses radiasi yang berlaku.
Proses perpindahan kalor sering terjadi secara serentak. Misa1nya sekeping plat yang dicat hitam.
La1u dikenakan dengan sinar matahari. Plat akan menyerap sebahagian energi matahari. Suhu
plat akan naik ke satu tahap tertentu. Oleh karena suhu permukaan atas naik maka kalor akan
berkonduksi dari permukaan atas ke permukaan bawah. Da1am pada itu, permukaan bagian atas
kini mempunyai suhu yang lebih tinggi dari suhu udara sekeliling, maka jumlah kalor akan
disebarkan secara konveksi. Tetapi energi kalor juga disebarkan secara radiasi. Dalam hal ini dua
hal terjadi, ada kalor yang dipantulkan dan ada kalor yang dipindahkan ke sekeliling.
Berdasarkan kepada keadaan terma permukaan, bahan yang di pindahkan dan dipantulkan ini
dapat berbeda. Proses radiasi tidak melibatkan perbedaan suhu. Keterlibatan suhu hanya terjadi
jika terdapat dua permukaan yang mempunyai suhu yang berbeda. Dalam hal ini, setiap
permukaan akan menyinarkan energi kalor secara radiasi jika permukaan itu bersuhu T dalam
unit suhu mutlak. Lazimnya jika terdapat satu permukaan lain yang saling berhadapan, dan jika
PERPINDAHAN PANAS
permukaan pertama mempunyai suhu T1 mutlak sedangkan permukaan kedua mempunyai suhu
T2 mutlak, maka permukaan tadi akan saling memindahkan kalor .
Selanjutnya juga penting untuk diketahui bahwa :
1. Kalor radiasi merambat lurus.
2. Untuk perambatan itu tidak diperlukan medium (misalnya zat cair atau gas)

Kamis, 01 April 2010

Konveksi

Selain berpindah tempat dengan cara konduksi, kalor juga bisa mengungsi dari satu tempat ke tempat lain dengan cara konveksi. Konveksi tuh proses berpindahnya kalor akibat adanya perpindahan molekul-molekul suatu benda. Ingat ya, biasanya kalor berpindah dari tempat yang bersuhu tinggi menuju tempat yang bersuhu rendah. Nah, jika terdapat perbedaan suhu maka molekul2 yang memiliki suhu yang lebih tinggi mengungsi ke tempat yang bersuhu rendah. Posisi molekul tersebut digantikan oleh molekul lain yang bersuhu rendah. Jika suhu molekul ini meningkat, maka ia pun ikut2an mengungsi ke tempat yang bersuhu rendah. Posisinya digantikan oleh temannya yang bersuhu rendah. Demikian seterusnya…

Perlu diketahui bahwa benda yang dimaksudkan di sini adalah zat cair atau zat gas. Walaupun merupakan penghantar kalor (konduktor termal) yang buruk, zat cair dan zat gas bisa memindahkan kalor dengan cepat menggunakan cara konveksi. Contoh zat cair adalah air, minyak goreng, oli dkk. Contoh zat gas adalah udara…

Untuk membantumu memahami perpindahan kalor dengan cara konveksi, gurumuda menggunakan contoh saja…

Proses pemanasan air

Tataplah gambar di bawah dengan penuh kelembutan. Air yang berada di dalam wadah dipanaskan dengan nyala api yang berasal dari kompor.

konveksi-a

KONVEKSI

Ketika kita memanaskan air menggunakan kompor, kalor mengalir dari nyala api (suhu lebih tinggi) menuju dasar wadah (suhu lebih rendah). Karena mendapat tambahan kalor, maka suhu dasar wadah meningkat. Ingat ya, yang bersentuhan dengan nyala api adalah bagian luar dasar wadah. Karena terdapat perbedaan suhu, maka kalor mengalir dari bagian luar dasar wadah (yang bersentuhan dengan nyala api) menuju bagian dalam dasar wadah (yang bersentuhan dengan air). Suhu bagian dalam dasar wadah pun meningkat. Karena air yang berada di permukaan wadah memiliki suhu yang lebih kecil, maka kalor mengalir dari dasar wadah (suhu lebih tinggi) menuju air (suhu lebih rendah). Perlu diketahui bahwa perpindahan kalor pada wadah terjadi secara konduksi. Perpindahan kalor dari dasar wadah menuju air yang berada di permukaannya juga terjadi secara konduksi.

Adanya tambahan kalor membuat air yang menempel dengan dasar wadah mengalami peningkatan suhu. Akibatnya air tersebut memuai. Ketika memuai, volume air bertambah. Karena volume air bertambah maka massa jenis air berkurang. Kalau bingung, ingat lagi persamaan massa jenis alias kerapatan (massa jenis = massa / volume). Massa air yang memuai tidak berubah, yang berubah hanya volumeya saja. Karena volume air bertambah, maka massa jenisnya berkurang. Berkurangnya massa jenis air menyebabkan si air bergerak ke atas (kita bisa mengatakan air tersebut mengapung). Mirip seperti gabus atau kayu kering yang terapung jika dimasukan ke dalam air. Gabus atau kayu kering bisa terapung karena massa jenisnya lebih kecil dari massa jenis air.

Karena bergerak ke atas maka posisi air tadi digantikan oleh temannya yang berada di sebelah atas. Kali ini temannya yang menempel dengan dasar wadah. Karena terdapat perbedaan suhu, maka kalor mengalir dari dasar wadah menuju temannya. Temannya ikut2an kepanasan juga (suhu meningkat) sehingga massa jenisnya berkurang. Karena massa jenisnya berkurang maka ia bergerak ke atas. Posisinya digantikan oleh temannya yang berada di sebelah atas. Demikian seterusnya sampai semua air yang berada dalam wadah mendapat jatah kalor. Ingat ya, air yang memiliki suhu yang tinggi tidak langsung meluncur tegak lurus ke atas tetapi berputar seperti yang ditunjukkan pada gambar. Hal ini disebabkan karena temannya yang berada tepat di atasnya memiliki massa jenis yang lebih besar.

Perpindahan kalor pada proses pemanasan air merupakan salah satu contoh perpindahan kalor secara konveksi.

Catatan :

Pertama, proses perpindahan kalor dengan cara konveksi hanya terjadi dalam air. Perpindahan kalor dari dasar wadah menuju air terjadi secara konduksi.

Kedua, seandainya nyala api bersentuhan dengan wadah, maka kalor mengalir dari nyala api (suhu lebih tinggi) menuju wadah (suhu lebih rendah) dengan cara konduksi. Sebaliknya, jika nyala api tidak bersentuhan dengan wadah maka kalor mengalir dari nyala api menuju wadah dengan cara radiasi. Mengenai radiasi akan dibahas kemudian.

Ketiga, Jika nyala api cukup besar maka kalor tidak hanya mengalir dari nyala api menuju dasar wadah tetapi juga menuju dinding wadah. Perpindahan kalor bisa terjadi dengan cara konduksi (apabila nyala api bersentuhan dengan dinding wadah) atau perpindahan kalor bisa terjadi dengan cara radiasi (apabila nyala api tidak bersentuhan dengan dinding wadah).

Keempat, proses pemanasan air menggunakan pemanas listrik juga mirip dengan kasus di atas. Elemen pemanas memiliki suhu yang lebih tinggi sedangkan air yang berada di sekitarnya memiliki suhu yang lebih rendah. Karena terdapat perbedaan suhu, maka kalor mengalir dari elemen pemanas menuju air yang menempel dengannya. Perpindahan kalor dari elemen pemanas menuju air terjadi secara konduksi. Sebaliknya, proses perpindahan kalor dalam air terjadi secara konveksi.

Contoh lain dari perpindahan kalor secara konveksi adalah proses terjadinya angin laut dan angin darat

Konduksi

Ketika salah satu bagian logam bersentuhan dengan nyala lilin atau nyala api, secara otomatis kalor mengalir dari nyala lilin (suhu tinggi) menuju bagian logam tersebut (suhu rendah). Walaupun hanya salah satu bagian logam yang bersentuhan dengan nyala api, semua bagian logam tersebut akan kepanasan juga. Tanganmu bisa terasa panas, karena kalor mengalir dari logam (suhu tinggi) menuju tanganmu (suhu rendah). Kalor tuh energi yang berpindah. Kita bisa mengatakan bahwa ketika salah satu bagian benda yang bersuhu tinggi bersentuhan dengan benda yang bersuhu rendah, energi berpindah dari benda yang bersuhu tinggi menuju bagian benda yang bersuhu rendah.

Nah, karena mendapat tambahan energi maka molekul2 penyusun benda bergerak semakin cepat. Molekul lain yang berada di sebelahnya bergerak lebih lambat karena molekul tersebut tidak bersentuhan langsung dengan benda yang bersuhu tinggi. Ketika bergerak, molekul tersebut memiliki energi kinetik (EK = ½ mv2). Molekul2 yang bergerak lebih cepat (energi kinetiknya lebih besar) menumbuk temannya yang ada di sebelah. Karena ditumbuk alias ditabrak oleh temannya, maka molekul2 yang pada mulanya bergerak lambat ikut2an bergerak lebih cepat. Ingat ya, pada mulanya si molekul bergerak lambat (v kecil) sehingga energinya juga kecil (EK = ½ mv2). Setelah bergerak lebih cepat (v besar), energi kinetiknya bertambah. Si molekul tadi menumbuk lagi temannya yang ada di sebelah… temannya yang lagi pacaran pun ikut2an bergerak lebih cepat. Karena v besar, energinya pun bertambah. Demikian seterusnya… mereka saling tumbuk menumbuk, sambil berbagi energi.

Ketika benda yang memiliki perbedaan suhu saling bersentuhan, terdapat sejumlah kalor yang mengalir dari benda atau tempat yang bersuhu tinggi menuju benda atau tempat yang bersuhu rendah. Ketika mengalir, kalor juga membutuhkan selang waktu tertentu. Perlu diketahui bahwa setiap benda (khususnya benda padat) yang dilewati kalor pasti mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda. Ada benda padat yang panjang, ada juga benda padat yang pendek. Ada yang gemuk (luas penampangnya besar), ada juga yang kurus (luas penampangnya kecil). Untuk mengetahui secara pasti hubungan antara jumlah kalor yang mengalir melalui suatu benda selama selang waktu tertentu akibat adanya perbedaan suhu, maka kita perlu menurunkan persamaan. Rumus lagi… rumus lagi ;)

Amati gambar di bawah…




perpindahan-kalor-a

Benda yang terletak di sebelah kiri memiliki suhu yang lebih tinggi (T1) sedangkan benda yang terletak di sebelah kanan memiliki suhu yang lebih rendah (T2). Karena adanya perbedaan suhu (T1 - T2), kalor mengalir dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah (arah aliran kalor ke kanan). Benda yang dilewati kalor memiliki luas penampang (A) dan panjang (l).

Berdasarkan hasil percobaan, jumlah kalor yang mengalir selama selang waktu tertentu (Q/t) berbanding lurus dengan perbedaan suhu (T1 – T2), luas penampang (A), sifat suatu benda (k = konduktivitas termal) dan berbanding terbalik dengan panjang benda. Secara matematis bisa ditulis sebagai berikut :

perpindahan-kalor-b

Keterangan :

Q = Kalor (satuannya kilokalori (k) atau Joule (J) )

t = Waktu (satuannya sekon (s) )

Q/t = Laju aliran kalor (satuannya kilokalori per sekon (kkal/s) atau Joule/sekon (J/s). 1 J/s = 1 watt )

A = Luas penampang benda (Satuannya meter kuadrat (m2) )

T1 – T2 = Perbedaan suhu (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) )

T1 = Suhu alias Temperatur tinggi (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) )

T2 = Suhu alias Temperatur rendah (Satuannya Kelvin (K) atau derajat celcius (oC) )

l = Panjang benda (satuannya meter (m) )

T1 - T2 / l = Gradien suhu (satuannya Kelvin per meter (K/m) atau derajat celcius per meter (oC/m) )

k = Konduktivitas termal benda

Persamaan konduktivitas termal

Kita oprek persamaan laju aliran kalor di atas untuk memperoleh persamaan konduktivitas termal…

perpindahan-kalor-c

Satuan konduktivitas termal

Kita bisa menurunkan satuan konduktivitas termal dengan mengoprek persamaan konduktivitas termal :

perpindahan-kalor-d

Catatan :

Pertama, skala celcius dan skala Kelvin mempunyai interval yang sama. Karenanya selain menggunakan Co, kita juga bisa menggunakan K. Mengenai hal ini sudah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan Termometer dan Skala suhu (bagian terakhir).

Kedua, kkal bisa diubah menjadi Joule menggunakan tara kalor mekanik (sudah dijelaskan pada pokok bahasan Kalor, Kalor Jenis dan Kalor laten).

Ketiga, satuan konduktivitas termal (k) bisa juga ditulis seperti ini :



perpindahan-kalor-e

Joule/sekon = J/s = Watt (satuan Energi per waktu alias satuan Daya)

Berikut ini nilai konduktivitas termal beberapa benda yang diperoleh melalui percobaan.
Jenis benda Konduktivitas Termal (k)
J/m.s.Co Kkal/m.s.Co
Perak 420 1000 x 10-4
Tembaga 380 920 x 10-4
Aluminium 200 500 x 10-4
Baja 40 110 x 10-4
Es 2 5 x 10-4
Kaca (biasa) 0,84 2 x 10-4
Bata 0,84 2 x 10-4
Air 0,56 1,4 x 10-4
Tubuh manusia 0,2 0,5 x 10-4
Kayu 0,08 – 0,16 0,2 x 10-4 – 0,4 x 10-4
Gabus 0,042 0,1 x 10-4
Wol 0,040 0,1 x 10-4
Busa 0,024 0,06 x 10-4
Udara 0,023 0,055 x 10-4

Benda yang memiliki konduktivitas termal (k) besar merupakan penghantar kalor yang baik (konduktor termal yang baik). Sebaliknya, benda yang memiliki konduktivitas termal yang kecil merupakan merupakan penghantar kalor yang buruk (konduktor termal yang buruk).